KISAH KSATRIA WANITA DI ZAMAN NABI

Renungan12 Dilihat

*KISAH KSATRIA WANITA DI ZAMAN NABI ﷺ*

Di zaman Rasulullah SAW, ada banyak wanita yang bukan hanya di belakang layar, tapi turun langsung ke medan perang. Bukan sebagai perawat saja, tapi sebagai kesatria berkuda yang ditakuti musuh. Ini 3 yang paling terkenal:

*1. NUSAIBAH BINTI KA’AB AL-ANSHARIYAH (UMMU UMARAH) – Perisai Rasulullah*

Inilah wanita kesatria paling legendaris. Kisahnya terjadi di *Perang Uhud*.

Awalnya Nusaibah tugasnya memberi minum dan mengobati luka. Tapi ketika pasukan Islam kocar-kacir dan Rasulullah ﷺ terkepung musuh, ia melihat Nabi dalam bahaya.

Ia langsung buang kantong airnya, mengambil pedang dan perisai.

Ia berdiri di depan Rasulullah, menangkis semua serangan pedang dan panah. Rasulullah ﷺ bersabda:

> *”Aku menoleh ke kanan dan ke kiri, tidak melihat kecuali Nusaibah berperang di depanku.”*

Dalam perang itu, Nusaibah mendapat *12 luka* di tubuhnya, lehernya terkena sabetan pedang yang dalam. Anaknya sendiri terluka, ia berkata: _”Bangun nak, lanjutkan perang!”_

Ketika ia terluka parah, Rasulullah ﷺ mendoakannya:
> _”Ya Allah, jadikanlah mereka teman-temanku di surga.”_

Nusaibah berkata: _”Aku tidak peduli lagi apa yang menimpaku di dunia setelah ini.”_

Ia masih ikut 6 peperangan lain setelah itu, termasuk Perang Yamamah melawan Musailamah Al-Kazzab, di mana tangannya terpotong.

*2. KHAULAH BINTI AL-AZWAR – Kesatria Berjubah Hitam*

Khaulah adalah adik dari panglima terkenal Dhirar bin Al-Azwar.

Kisahnya di *Perang Yarmuk* melawan Romawi.

Ketika pasukan Islam kalah dan kakaknya Dhirar tertawan Romawi, para sahabat melihat seorang kesatria berjubah hitam, wajah tertutup, berkuda hitam, menerobos pasukan Romawi sendirian.

Gerakannya seperti Khalid bin Walid. Ia memporak-porandakan barisan Romawi.

Khalid bin Walid bertanya: “Siapa kesatria itu?”

Kesatria itu tidak menjawab. Setelah didesak, ia membuka penutup wajahnya. Ternyata seorang wanita – *Khaulah*.

Ia berkata: _”Aku adalah Khaulah, saudari Dhirar. Aku datang untuk saudaraku yang ditawan.”_

Karena aksinya itu, pasukan Islam semangat kembali dan berhasil membebaskan tawanan, termasuk kakaknya.

Musuh menjulukinya *”Kesatria Hitam”* karena keberaniannya yang tak mengenal takut.

*3. SHAFIYYAH BINTI ABDUL MUTHALIB – Bibi Rasulullah*

Di *Perang Khandaq*, ketika semua laki-laki menjaga parit di depan, wanita dan anak-anak ditinggal di benteng.

Seorang mata-mata Yahudi datang mengintai benteng. Jika ia berhasil melapor, benteng bisa diserang dan wanita-anak dibantai.

Rasulullah dan para sahabat tidak ada di tempat. Hassan bin Tsabit yang menjaga benteng ketakutan.

Shafiyyah yang berusia 60 tahun lebih, mengambil tiang tenda, turun diam-diam, dan memukul mata-mata Yahudi itu sampai mati.

Lalu ia berkata kepada Hassan: _”Potong kepalanya dan lempar ke Yahudi di luar benteng.”_

Hassan tidak berani. Akhirnya Shafiyyah sendiri yang memotong kepala mata-mata itu dan melemparnya dari atas benteng.

Ketika melihat kepala temannya, pasukan Yahudi ketakutan: _”Ternyata di dalam benteng ada yang menjaga!”_ Akhirnya mereka tidak jadi menyerang.

*PELAJARAN UNTUK KITA*

1. *Wanita dalam Islam bukan lemah.* Ketika agama butuh dibela, mereka maju paling depan.
2. *Keberanian bukan soal fisik, tapi soal hati.* Nusaibah, Khaulah, Shafiyyah punya hati lebih berani dari banyak laki-laki.
3. *Peran wanita sangat penting.* Tanpa Nusaibah, Rasulullah bisa terluka parah di Uhud. Tanpa Shafiyyah, wanita dan anak-anak bisa dibantai di Khandaq.

Rasulullah ﷺ bersabda tentang Nusaibah:
> _”Kedudukan Nusaibah hari ini lebih baik dari kedudukan banyak orang.”_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *