Cinta Rasul

Renungan2 Dilihat

Cinta Rasul kepada umatnya tak sebanding cinta seseorang kepada orang lain yang di cintainya. Mengalahkan cinta seorang anak kepada orang tuanya, mengalahkan cinta orang tua kepada anaknya, mengalahkan cinta seorang istri kepada suaminya, mengalahkan cinta seorang suami kepada istrinya, bahkan mengalahkan cinta seseorang yang mengatakan cinta kepada orang lain sampai mati.

Bagaimana tidak kalah cinta seseorang kepada orang lain, dibandingkan cinta Rasul kepada umatnya. Rasul diutus memberikan rahmat bagi sekalian alam, Rasul diutus memberikan cahaya dikala kegelapan, Rasul diutus memeberikan air sejuk dikala kehausan, Rasul diutus memeberikan ketenangan dikala kegelisahan, dan Rasul diutus mengenalkan seseorang dengan siapa dirinya dan bahkan mengenal siapa penciptanya yaitu Allah.

Bagaimana kita tidak cinta kepada Rasul, sedangkan cintanya kepada kita umatnya tidak hanya di dunia, namun cintanya sampai mati ia masih ia ingat ketika nafas terakhir mengatakan (umatku) bahkan cintanya sampai akhirat yang menyiapkan dan menantikan umatnya agar diberi syafaat (pertolongan).

Nah sekarang tinggal kita umatnya, apakah kita sudah membalas cinta kepadanya, sudahkah membuktikan cinta kepadanya, sudahkah kita mengikutinya, sudahkah kita mengamalkan ajarannya.

Mari kita jadikan bulan kelahirannya ini, menumbuhkan rasa cinta kepadanya, menteladani akhlaknya, mentaati ajaranya. Sebab beliau bersabada

المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya.” (HR Bukhari)

Semoga kita dikumpulkankan bersama Rasulullah SAW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *