Aku Ini, Hamba Macam Apa?

Renungan5 Dilihat

Ketika Allah mengulurkan tangan-Nya, mencurahkan rezeki, dan membuka pintu-pintu kemudahan…. aku menerimanya dengan keangkuhan

aku mengantongi nikmat itu seakan-akan semesta memang berutang padaku, seolah olah itu adalah hak mutlak atas keringat dan kecerdasanku

Duhai, betapa nahasnya engkau wahai diri, engkau lupa, lupa siapa yang sejak awal memberikanmu keringat, meminjamkanmu tenaga

dan yang lebih nahas dari itu, ketika sang pemilik sejati menarik kembali sehelai saja benang nikmat padamu, engkau seketika menjelma menjadi pengadil bagi Tuhanmu

engkau menengadahkan wajahmu keatas menirukan gaya orang yang memprotes, pasrah mu hilang, kau ganti dengan gugatan

engkau menengadah ke langit, memberontak dan berteriak ” mengapa aku? mengapa engkau mengambilnya, Ya Rabb?”

wahai diri, siapa yang membisikkan kepadamu, bahwa apa yang ada padamu saat ini, adalah milikmu sejak awal?

engkau berteriak tentang kepemilikan anak, hak mutlak atas harta dan tahkta, lantas bagaimana dengan dirimu sendiri? atas seonggok daging dan tulang yang kau sebut tubuh itu saja engkau tidak punya hak milik sama sekali

letakkan tangan itu didada, jantung yang berdetak seratus ribu kali sehari itu, apakah ia pernah meminta persetujuanmu untuk memompa darah?

ia berdetak kerana tunduk pada perintah Allah, bukan pada kehendakmu sebagai manusia

tariklah nafasmu, udara yang mengaliri paru-paru masuk dan keluar tanpa pernah satu detikpun menunggu instruksimu, jika sang pencipta menghentikan paru-parumu seketika, berakhirlah segala kesombongan yang ada

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *