Kehilangan mengajarkan kita bahwa tidak semua yang kita cintai ditakdirkan untuk selamanya berada di sisi kita.
Ada seseorang yang dulu begitu dekat, kini hanya bisa kita temui dalam kenangan. Ada suara yang dulu selalu kita dengar, kini hanya tersimpan dalam ingatan. Dan ada pelukan yang dulu terasa begitu biasa, tetapi setelah kehilangan, ternyata menjadi sesuatu yang paling kita rindukan.
Kita sering berharap waktu bisa mengembalikan semuanya. Namun waktu tidak pernah berjalan mundur. Ia hanya mengajarkan kita untuk menerima, perlahan-lahan, meski hati belum sepenuhnya siap.
Menangislah jika memang ingin menangis. Rindukanlah jika memang masih rindu. Tidak perlu berpura-pura kuat setiap saat. Kehilangan bukan tanda bahwa kita lemah; itu adalah bukti bahwa pernah ada seseorang yang begitu berarti dalam hidup kita.
Pada akhirnya, kita belajar bahwa mencintai juga berarti belajar melepaskan. Bukan karena kita sudah tidak peduli, tetapi karena ada hal-hal yang memang berada di luar kuasa kita.
Semoga mereka yang telah pergi mendapatkan kedamaian. Dan semoga hati yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk melanjutkan perjalanan, membawa cinta dan kenangan itu tanpa harus terus hidup dalam kesedihan.
Karena mungkin, kehilangan bukan tentang melupakan.
Kehilangan adalah belajar mencintai seseorang melalui kenangan, meski kita tidak lagi bisa memeluknya.
Hargai dan cintai selagi kedua orang tua kita masih ada….










