Asy Syathibi rohimahullah berkata:
“Orang yang penderitaannya panjang adalah orang yang wafat namun dosa-dosanya terus mengalir selama seratus, dua ratus tahun, dan ia terus diadzab di kuburnya sebab dosa tersebut..”
Akibat dosa yang diwariskan, dosa yang diajarkan, dosa yang ditinggalkan dan merasa suka jika manusia mencontoh perbuatannya, Sehingga ia menanggung dosa dosa mereka dan terus diadzab di kuburnya selama dosa itu masih diikuti manusia..
Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda:
وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا ، وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
“Dan siapa yang mecontohkan perbuatan yang buruk dalam islam lalu diamalkan (oleh manusia) setelah wafatnya maka ditulis untuknya dosa semua orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun..” (HR. Muslim no 1017)
Mari kita niatkan Lillah setiap apa yang kita lakukan, supaya setiap yang kita lakukan menjadi saksi amal jariyah yang terus mengalir.🤲 Aamiin ya Allaah










