Janji syaithan

Tulisan Guru7 Dilihat

Dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:

قال إبليس : وَعِزَّتِكَ يَا رَبِّ لَا أَبْرَحُ أُغْوِي عِبَادَكَ مَا دَامَتْ أَرْوَاحُهُمْ فِي أَجْسَادِهِمْ فَقَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: وَعِزَّتِي وَجَلَالِي وَارْتِفَاعِ مَكَانِي لَا أَزَالُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُونِي

Iblis berkata, demi kemuliaanMu, saya akan selalu berusaha menyesatkan hambaMu selama ruh mereka masih dalam jasad mereka. Maka Dia (Allah) berkata, ‘Demi kemuliaanKu, aku akan selalu memberikan ampunan kepada mereka selama mereka meminta ampun kepadaKu.” (HR. Ahmad)

Dalam hadist Rasulullah ini bisa kita ambil pelajaran yaitu:

Syaithan takkan pernah berhenti bekerja mengoda (menyesatkan manusia) sampai mati.

Untuk itu mesti kita hati-hati (waspada) setiap saat, setiap keadaan baik atau keadaan buruk, sedang kaya, sedang miskin, sedang sehat, sedang sakit, sedang mempunyai pangkat atau tak punya pangkat tau bagaimana pun situasi kita syaithan tak pernah pensiun untuk menyesatkan manusia. Maka tak heran banyak manusia yang berprilaku menyimpang atau sesat disebabkan perdaya syaithan.

Maka apa yang harus dilakukan ketika syaithan mulai bekerja mmenyesatkan manusia…?

Pertama kita berlindung kepada Allah dengan mengucapkan kalimat أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk) .Jika tak mampu, maka langkah kedua bacalah Quran surah al Falaq. Jika tak mampu juga jumpai orang alim/soleh, dan bekumpul bersama mereka.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *