*Asal-Usul Nama dan Sejarah Pasaman*
Pasaman adalah salah satu kabupaten di Sumatera Barat. Nama “Pasaman” punya 2 versi asal-usul yang paling sering disebut masyarakat setempat:
1. Dari Kata “Pasa” + “Man”
Versi paling populer di masyarakat Minangkabau:
– *”Pasa”* = pasar atau tempat pertemuan. Dalam bahasa Minang, pasar tradisional disebut _pasa_.
– *”Man”* = aman, damai, atau dari kata _aman_.
Jadi *Pasaman* diartikan sebagai _”pasar yang aman”_ atau _”tempat pertemuan yang damai”_.
Sejarahnya: Dahulu daerah Lubuk Sikaping yang sekarang jadi ibu kota Pasaman memang jadi titik temu pedagang dari Rao, Lubuk Sikaping, Tapanuli, dan Pesisir Barat. Karena daerahnya di pedalaman dan dikelilingi hutan serta bukit, para pedagang merasa aman berdagang di sana tanpa gangguan perampok. Lama-lama tempat itu disebut _Pasa Aman_ → _Pasaman_.
2. Dari Nama Suku “Pasaman”
Versi lain menyebut Pasaman berasal dari nama salah satu suku/klan Minangkabau yang bermukim di daerah itu sejak abad 14-15. Suku Pasaman ini diperkirakan datang dari Luhak Agam dan membuka nagari-nagari di daerah aliran Sungai Batang Pasaman.
Bukti: Sampai sekarang ada nagari bernama Nagari Pasaman di Kecamatan Bonjol, dan sungai utama di sana disebut Batang Pasaman.
Sejarah Singkat Wilayah Pasaman
1. *Zaman Kerajaan/Kolonial*
Pasaman dulu masuk wilayah _Luhak Agam_, salah satu dari 3 luhak inti Minangkabau. Daerah Bonjol di Pasaman terkenal karena jadi pusat Perang Padri 1821-1837. Tuanku Imam Bonjol, pemimpin perang Padri, berasal dari Nagari Bonjol, Pasaman. Benteng Bonjol jadi simbol perlawanan terhadap Belanda.
2. *Zaman Kemerdekaan*
Pasaman ditetapkan sebagai kabupaten pada 14 Agustus 1950 berdasarkan UU No. 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten di Sumatera Barat.
Ibu kotanya Lubuk Sikaping, dipilih karena letaknya di tengah dan dulu memang pusat perdagangan.
3. *Pemekaran*
Tahun 2007, Kabupaten Pasaman dimekarkan jadi 2:
– *Kabupaten Pasaman* dengan ibu kota Lubuk Sikaping
– *Kabupaten Pasaman Barat* dengan ibu kota Simpang Empat
Makanya sekarang ada 2 kabupaten dengan nama mirip.
Ciri Khas Pasaman yang Berasal dari Sejarahnya
– *Julukan “Bumi Tuah Basamo”*: “Tuah” = keberuntungan, “Basamo” = bersama-sama. Mencerminkan semangat gotong royong masyarakat sejak zaman pasar aman.
– *Adat dan Budaya*: Kuat dengan adat Minangkabau Luhak Agam, plus pengaruh Mandailing di bagian utara karena berbatasan dengan Sumut.
– *Peninggalan Sejarah*: Benteng Bonjol, makam Tuanku Imam Bonjol, dan nagari-nagari tua seperti Rao, Mapat Tunggul.










