Singa Betina dari Minangkabau

Renungan10 Dilihat
  •  “Singa Betina dari Minangkabau”.

Pejuang perempuan yang bikin Belanda kewalahan di tahun 1908. c163

*Siapa beliau?*
– Nama lengkap: Siti Manggopoh
– Lahir: 1 Mei 1880 di Manggopoh, Lubuk Basung, Agam
– Wafat: 22 Agustus 1965 di Gasan Gadang, Padang Pariaman
– Dijuluki pemimpin _Perang Belasting_ c163

*Kisah Perang Belasting 1908*
Tahun 1908 Belanda memaksa rakyat Minang bayar _belasting_ alias pajak uang. Padahal dalam adat Minangkabau, tanah itu milik kaum, bukan individu yang bisa dipajaki Belanda. Siti menolak keras: “Pajak ini melanggar adat dan agama”. c163ee30

Tanggal 16 Juni 1908, Siti memimpin serangan ke benteng Belanda di Manggopoh. Belanda sampai minta bantuan pasukan dari luar nagari karena kewalahan. Dengan siasatnya, pasukan Siti berhasil menewaskan 53 serdadu penjaga benteng. c163

*Yang bikin merinding*
Siti pernah galau berat sebelum menyerbu benteng. Di satu sisi anaknya masih menyusu, di sisi lain rakyat menjerit karena kezaliman Belanda. Akhirnya ia pilih berjuang. Ia juga cerdas pakai naluri perempuannya untuk mata-matai kekuatan Belanda tanpa termakan rayuan. c163

*Akhir perjuangannya*
Siti ditahan 14 bulan di Lubuk Basung, lalu dipindah ke penjara Pariaman dan Padang. Suaminya Rasyid dibuang ke Manado. Siti minta ikut dibuang tapi dibebaskan karena punya anak kecil. ee30

Tahun 1960 Jenderal Nasution kasih penghargaan langsung dan menyebutnya “Singa Betina dari Sumatera Barat”. Tahun 1964 resmi diangkat jadi Pahlawan Kemerdekaan RI. Beliau wafat 22 Agustus 1965. ee30

Perang Belasting jadi simbol perlawanan rakyat terhadap penindasan. Nama Siti Manggopoh abadi di Museum Adityawarman dan Gedung Wanita Rohana Kudus di Padang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *