Charles Taylor merupakan salah satu tokoh filsafat politik yang berasal dari Kanada. Dalam sebuah teori politik, dia mengatakan bahwa pengakuan terbagi menjadi dua yaitu, pengakuan perbedaan dan pengakuan kesetaraan. Menurutnya pengakuan perbedaan adalah sebuah sikap dalam mengakui perbedaan yang ada dalam setiap individu. Perbedaan yang dimaksud disini seperti perbedaan ras, adat, kebiasaan, pemikiran, dan lainnya. Semua itu harus benar-benar diakui oleh setiap individu, tidak mengenal siapapun dan kapanpun, yang paling penting mengakui adanya perbedaan tersebut. Kemudian pengakuan yang kedua yaitu pengakuan kesetaraan. Pengakuan kesetaraan ini merupakan sebuah sikap yang menyatakan bahwasanya semua orang setara dari segi hak, kedudukan, dan juga kesempatan. Tidak memandang dari golongan mana, latar belakang apa, semuanya setara tanpa ada perbedaan sedikitpun. Maka dalam hal ini, Allah SWT telah lebih dahulu berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 13. Dalam ayat ini Allah tegaskan bahwa Allah telah menciptakan manusia beragam bentuk, bangsa, dan adat agar saling mengenal. Akan tetapi, Allah menutup ayat ini dengan mengatakan walaupun memiliki perbedaan, semuanya setara disisi Allah, yang membedakan hanyalah ketaqwaan diantara mereka. Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita perlu menghargai dan menghormati perbedaan antara manusia. Karena kita disisi Allah derajatnya sama, dan tidak ada yang membedakan kecuali ketaqwaan kepada Allah SWT.










