Syukur nikmat adalah berterima kasih kepada Allah SWT dengan cara mengakui pemberian-Nya dalam hati, mengucapkan “Alhamdulillah” dengan lisan, dan memakai nikmat itu untuk beribadah.
*Wujud Syukur Nikmat
Dalam Hati: Menyadari bahwa semua hal baik berasal dari Allah SWT, serta tidak merasa iri pada rezeki orang lain.
Dengan Lisan: Selalu memuji Allah SWT dan berterima kasih kepada sesama manusia yang menjadi perantara kebaikan.
Melalui Perbuatan: Menggunakan tubuh, harta, dan ilmu untuk melakukan ketaatan, menolong sesama, serta bersedekah.
*Keutamaan Bersyukur
Menambah Nikmat: Allah SWT berjanji akan melipatgandakan dan menambah nikmat bagi hamba yang pandai bersyukur
(QS. Ibrahim: 7).
Mendapat Ketenangan: Hati menjadi lebih tenteram, jauh dari rasa serakah, dan terhindar dari sifat keluh kesah.
*Tanda Orang yang Kurang Bersyukur
(Kufur Nikmat)Seringkali tanpa sadar kita terjebak dalam sifat kufur nikmat. Beberapa cirinya antara lain:
Fokus pada yang Hilang: Selalu mengeluhkan apa yang belum dimiliki, hingga lupa menghitung jutaan nikmat yang sudah ada di tangan.
Merasa Kurang Terus: Dijangkiti penyakit serakah (tamak) dan menganggap semua rezeki adalah hasil payah diri sendiri (seperti sifat Karun).
Maksiat dengan Nikmat: Diberi kesehatan tapi dipakai untuk begadang sia-sia; diberi harta tapi dipakai untuk transaksi yang dilarang agama.










