Tepat pada bulan Agustus tahun ini memiliki akar sejarah yang panjang pada masa lampau. Sejarah yang menukilkan betapa kerasnya perjuangan para pahlawan bangsa. pada tanggal 17 kemarin mengingatkan kita terhadap terjadinya puncak perjuangan para intelektual, tentara, ulama dan seluruh lapisan masyarakat saat itu. Mereka membuktikan bahwasanya perjuangan mereka tidak akan dikenal dengan istilah sia-sia. Jika mereka yang berjuang dulu tidak membuktikan hal tersebut, maka kita tidak akan merasakan nikmatnya kemerdekaan. Selanjutnya dibulan ini juga diperingati hari dilahirkan sang pahlawan bagi umat Islam. Dilahirkan seorang sosok yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya oleh alam semesta. Bukan hanya manusia yang merasakan nikmat kelahiran sosok tersebut. Sosok yang telah berhasil mengangkat harkat dan martabat perempuan, sebagai pembawa akhlak yang mulia, dan sekaligus sebagai Rahmat untuk alam semesta ini. Sosok yang dikenal dilangit dengan Habibullah (kekasih Allah), sedangkan di bumi dikenal sebagai Al-Amin (orang yang dapat dipercaya). Pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun gajah (25 Agustus 2026). Sosok tersebut menggemparkan kota Makkah saat itu.
Maka dari itu, sebagai generasi penerus bangsa, sekaligus sebagai generasi muda Muslim sepatutnya kita mengisi kemerdekaan dan juga melanjutkan perjuangan nabi Muhammad SAW. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Jika petani, maka lebih giat lagi menggarap perkebunan Jika menjadi dokter, maka lebih giat lagi dalam membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Jika menjadi seorang tenaga pendidik, maka berusahalah semaksimal mungkin untuk mencerdaskan anak bangsa. Tugas dan tanggung jawab kita sebagai seorang Khalifah dimuka bumi Indonesia ini, haruslah dijalani sesuai dengan apa yang telah diamankan kepada kita.
Jangan sampai lelah yang kita rasakan sekarang menjadi alasan untuk bermalas-malasan, jangan dijadikan tameng untuk berhenti berusaha dan belajar.










