“Catatan untuk Diri yang Sering Lupa”
Jangan selalu menunggu kuat
untuk melangkah—
sebab kadang kaki ini belajar
justru saat gemetar.
Diri,
kau tak harus jadi sempurna
untuk merasa cukup.
Retakmu itu jalan cahaya,
bukan alasan untuk sembunyi.
Saat dunia terasa bising,
dengarkan napasmu sendiri—
di sana ada rumah
yang tak pernah pergi.
Ingat,
tidak semua yang tertunda itu gagal,
dan tidak semua yang cepat
berarti sampai.
Bersabarlah pada prosesmu,
seperti tanah menunggu hujan
tanpa pernah memaksa langit.
Dan jika hari ini kau jatuh lagi,
jangan marahi langkahmu—
ia hanya sedang belajar
mengenali arah pulang.










