“Catatan untuk Diri yang Sering Lupa”

Renungan7 Dilihat

“Catatan untuk Diri yang Sering Lupa”

Jangan selalu menunggu kuat

untuk melangkah—

sebab kadang kaki ini belajar

justru saat gemetar.

Diri,

kau tak harus jadi sempurna

untuk merasa cukup.

Retakmu itu jalan cahaya,

bukan alasan untuk sembunyi.

Saat dunia terasa bising,

dengarkan napasmu sendiri—

di sana ada rumah

yang tak pernah pergi.

 

Ingat,

tidak semua yang tertunda itu gagal,

dan tidak semua yang cepat

berarti sampai.

Bersabarlah pada prosesmu,

seperti tanah menunggu hujan

tanpa pernah memaksa langit.

Dan jika hari ini kau jatuh lagi,

jangan marahi langkahmu—

ia hanya sedang belajar

mengenali arah pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *