Kisah sahabat Nabi

Renungan11 Dilihat

Kisah Sahabat Nabi

1. Bilal bin Rabah dan azan terakhirnya*
Bilal adalah muazin kesayangan Rasulullah. Setelah Rasul wafat, Bilal tidak sanggup lagi mengumandangkan azan di Madinah. Setiap sampai pada kalimat _“Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah”_, suaranya pecah karena rindu. Akhirnya ia pergi ke Syam.

Bertahun-tahun kemudian, Umar bin Khattab memintanya azan lagi saat berkunjung ke Madinah. Begitu suara Bilal terdengar, seluruh Madinah menangis. Para sahabat yang mendengar merasa seolah Rasulullah kembali hidup. Bilal hanya kuat azan sekali itu. Setelahnya ia berkata: _“Setelah Rasul tiada, aku tak sanggup lagi.”_

Rindu yang tak bisa diucapkan, hanya bisa ditangiskan lewat azan.

2. Tsa’labah bin Abdurrahman yang malu pada Allah*
Tsa’labah adalah pemuda yang rajin ke masjid. Suatu hari ia tidak sengaja melihat aurat wanita Anshar yang sedang mandi. Ia langsung lari ke gunung karena takut dosa dan malu menghadap Rasulullah.

Rasulullah mengutus Umar dan Salman mencarinya. Setelah 40 hari, ditemukanlah Tsa’labah di gua, tubuhnya kurus, wajahnya pucat. Ia berkata: _“Wahai Rasul, aku takut Allah menurunkan ayat tentangku.”_

Saat Rasul membacakan ayat rahmat, Tsa’labah menjerit bahagia lalu wafat di pangkuan Rasulullah. Rasul yang memandikan, mengafani, dan turun sendiri ke liang lahatnya. Para sahabat bertanya: _“Ya Rasul, kami lihat engkau berjalan dengan ujung kaki.”_
Rasul jawab: _“Aku tak dapat menjejakkan kakiku karena banyaknya malaikat yang ikut menyalati jenazahnya.”_

Rasa takut dan taubatnya seorang pemuda, dibalas Allah dengan kemuliaan yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *