Idul Fitri segera datang, banyak orang-orang beriman dan islam mempersiapkan segalanya dalam menanti hari raya idul fitri atau dikenal dengan istilah lebaran. Mulai dari persiapan memperbaiki rumah, renovasi rumah, mencar rumah, mempersiapkan kue lebaran yang berbagai macam bentuk, mempersiapkan baju lebaran, bahkan makanan di hari raya atau kebiasaan orang minang yaitu memasak daging rendang.
Bagi orang yang mampu perkara ini dianjurkan dalam islam, namun bagi kita yang kurang mampu bahkan tidak mampu maka jangan terlalu memaksakan. Persiapkanlah apa adanya, jangan sampai kita yang tidak mampu memaksakan kehendak, sehingga tak heran banyak terjadi yang tidak diinginkan, baik hubungan dalam kelurahan atau dengan masyarakat.
Untuk itu kita sebagai orang beriman harus ingat kembali bahwa persiapan yang sesungguhnya, perbekalan yang sejatinya, yaitu memprsiapka diri atau memantaskan diri dihadapan Allah, yaitu dengan cara taqwa kepada Allaah. Sebagaimana Allaah katakan “berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa” ( QS. Al-Baqarah ayat 197) .
Maka momen menjenag lebaran ini, ada umat islam yang sibuk mempersiapkan bekal lebarannya, dengan cara buat kue, cat rumah, beli baju baru, persiapkan makanan, namun ada juga orang islam yang sibuk selalu mempersiapkan bekal akhiratnya dengan cara memantaskan dirinya, selalu mempersiapkan amalnya, karena dia yakin bahwa hari raya sesungguhnya ialah ketika bertemu/berjumpa atau dipanggil Allah dia dalam keadaan fitrh (suci).
Oleh karena itu mari kita persiapkan bekal yang sesungguhnya untuk akhirat, yaitu bekal taqwa, dan jangan terlalu memaksa dan terbuai dengan perbekalan lebaran hanya untuk dunia sementara.










