MENSYUKURI NIKMAT YANG ALLAH BERIKAN

Renungan3 Dilihat

MENSYUKURI NIKMAT YANG ALLAH BERIKAN

Hidup ini sebenarnya sederhana.
Yang membuatnya berat adalah karena kita terlalu sering melihat ke atas, ke orang yang punya lebih.
Padahal kalau kita mau menunduk sebentar, kita akan melihat… nikmat Allah itu sudah mengelilingi kita dari segala arah.

Coba kita renungkan.
Pagi ini kita masih bisa membuka mata. Itu nikmat.
Masih bisa menarik nafas tanpa bantuan alat. Itu nikmat.
Masih bisa merasakan dinginnya air wudhu di wajah. Itu nikmat.
Masih ada beras di dapur, masih ada atap di atas kepala, masih ada orang yang menyebut nama kita dalam doanya. Itu semua nikmat.

Nikmat Allah tidak pernah berhenti mengalir, sedetik pun.
Jantung berdetak tanpa kita perintah.
Darah mengalir tanpa kita suruh.
Matahari terbit tepat waktu tanpa kita bayar.
Hujan turun menyuburkan bumi tanpa kita minta.

Lalu apa alasan kita untuk tidak bersyukur?

Syukur itu bukan hanya diucapkan saat rezeki datang.
Syukur yang sebenarnya adalah ketika kita tetap bilang “Alhamdulillah” walau ujian datang.
Syukur adalah ketika kita memakai nikmat itu di jalan yang Allah ridhoi.
Mata kita gunakan untuk membaca Al-Qur’an, bukan untuk melihat yang haram.
Tangan kita gunakan untuk membantu, bukan untuk menyakiti.
Harta kita gunakan untuk berbagi, bukan untuk sombong.
Waktu kita gunakan untuk taat, bukan untuk lalai.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Sungguh, jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu”
(QS. Ibrahim: 7)

Lihatlah janji Allah. Indah sekali.
Kita bersyukur, Dia tambah.
Kita tambah, hati jadi tenang.
Hati tenang, hidup jadi berkah.

Jangan tunggu nikmat itu diambil dulu baru kita sadar betapa berharganya.
Jangan tunggu sakit dulu baru kita menghargai sehat.
Jangan tunggu jauh dulu baru kita merindukan keluarga.
Jangan tunggu tua dulu baru kita menyesal tidak pernah sujud dengan khusyuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *