Beberapa anak memang terlahir beruntung di tengah keluarga yang berkecukupan materi. Sisanya lebih beruntung karena diberi hati dan tulang yang kuat untuk berusaha sendiri. Di dunia yang tidak adil ini, terkadang keberuntungan datang dalam bentuk ujian yang menyakitkan. Tapi dari setiap luka yang mereka derita, dari setiap air mata yang mereka tahan, lahirlah kekuatan yang tak terkirakan. Mereka belajar melihat kebaikan dalam hal terkecil, bersyukur atas setiap hari yang bisa mereka lewati, bahkan terkadang rela mengorbankan segalanya hanya untuk bisa tetap berdiri dan melangkah maju.
Tuhan, paling tidak tolong tunjukkan jalan yang salah jika tidak bisa menunjukkan padaku mana jalan yang benar. Setidaknya itu akan memudahkan ku dalam memilih. Karena dalam perjalanan hidup yang penuh ketidakpastian, terkadang kita tidak memerlukan jawaban pasti, cukup dengan tahu apa yang harus kita hindari. Dan ketika kita sudah bisa menghindari kesalahan yang sama berkali-kali, kita akan menyadari bahwa setiap langkah yang kita ambil, meski lambat dan penuh liku, adalah bagian dari proses untuk menemukan cahaya di ujung terowongan kegelapan.”*










