Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar teks sejarah yang dihafalkan setiap upacara, tapi janji yang sangat berani dari anak-anak muda seumuran kita. Bayangkan di tahun 1928, mereka datang dari berbagai suku dengan bahasa daerah yang berbeda, tapi berani menyatukan diri dalam satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Saat itu Indonesia bahkan belum merdeka, tapi mereka sudah membayangkan Indonesia sebagai satu kesatuan. Itu membuat saya sadar bahwa persatuan itu bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan harus diperjuangkan dengan kesadaran.
Makna Sumpah Pemuda untuk generasi sekarang menurut saya adalah tentang bagaimana kita menjaga janji itu di tengah perbedaan. Kalau dulu tantangannya adalah penjajahan, sekarang tantangannya adalah perpecahan karena beda pendapat di media sosial, beda suku, dan budaya yang mulai dilupakan. Mengamalkan Sumpah Pemuda tidak harus dengan hal besar, cukup dengan menghargai teman yang berbeda suku, bangga menggunakan Bahasa Indonesia, dan tetap merasa satu sebagai bangsa. Jika pemuda tahun 1928 bisa bersatu tanpa internet dan teknologi, seharusnya kita yang hidup di zaman serba mudah ini bisa lebih solid lagi menjaga Indonesia.










