Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tapi puncak dari usaha. Ia adalah ketika kamu sudah mengerahkan semua ikhtiar terbaikmu, melangitkan doa dengan sungguh-sungguh, lalu menyerahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah. Tawakal adalah kesadaran bahwa tugas kita adalah berlayar sebaik mungkin, sementara arah angin dan ombak ada dalam genggaman-Nya.
Buah dari tawakal adalah ketenangan. Hati tidak lagi gelisah oleh apa yang belum terjadi, karena ia yakin Allah tidak akan memberi takdir yang sia-sia. Seperti firman-Nya: _barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya)._ [QS. At-Talaq: 3]. Orang yang tawakal tetap bekerja keras, tapi hatinya merdeka, karena sandarannya bukan lagi pada manusia atau hasil, melainkan pada Sang Pemberi hasil itu sendiri.










