Tawakal

Tulisan Guru17 Dilihat

Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tapi puncak dari usaha. Ia adalah ketika kamu sudah mengerahkan semua ikhtiar terbaikmu, melangitkan doa dengan sungguh-sungguh, lalu menyerahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah. Tawakal adalah kesadaran bahwa tugas kita adalah berlayar sebaik mungkin, sementara arah angin dan ombak ada dalam genggaman-Nya.

Buah dari tawakal adalah ketenangan. Hati tidak lagi gelisah oleh apa yang belum terjadi, karena ia yakin Allah tidak akan memberi takdir yang sia-sia. Seperti firman-Nya: _barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya)._ [QS. At-Talaq: 3]. Orang yang tawakal tetap bekerja keras, tapi hatinya merdeka, karena sandarannya bukan lagi pada manusia atau hasil, melainkan pada Sang Pemberi hasil itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *