MEMAKNAI BERTAMBAHNYA UMUR

Oleh : Anifal Ardi, M.Pd

Tulisan Guru20 Dilihat

Bukan Sekadar Bertambah Angka, tetapi Bertambah Dekat kepada Allah

Setiap kali usia bertambah, kita sering mengucapkan, “Alhamdulillah, umur saya bertambah.” Namun dalam perspektif Islam, bertambahnya umur seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai bertambahnya angka, tetapi juga sebagai bertambahnya amanah dan berkurangnya kesempatan hidup.

Allah SWT berfirman:

وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”
(QS. Al-‘Ashr: 1–3)

Ayat ini mengingatkan bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Setiap hari yang berlalu tidak akan pernah kembali. Karena itu, ketika umur bertambah, seharusnya kita bertanya bukan hanya Berapa umur saya sekarang?”, tetapi “Untuk apa umur yang telah Allah berikan selama ini?”

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.”
(HR. At-Tirmidzi)

Hadis ini mengajarkan bahwa panjang umur bukanlah tujuan akhir. Yang paling penting adalah kualitas amal selama umur tersebut. Bertambahnya usia hendaknya membuat iman semakin kuat, ilmu semakin bertambah, ibadah semakin baik, dan manfaat kepada sesama semakin luas.

Al-Qur’an secara khusus memberikan perhatian kepada usia 40 tahun:

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat beramal saleh yang Engkau ridhai. Perbaikilah keturunanku bagiku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
(QS. Al-Ahqaf: 15)

Ayat ini mengajarkan bahwa semakin dewasa seseorang, seharusnya semakin besar pula rasa syukurnya kepada Allah, semakin baik baktinya kepada orang tua, semakin sungguh-sungguh amalnya, serta semakin besar perhatian terhadap pendidikan dan kebaikan keturunannya.

Bertambahnya umur juga berarti semakin dekat dengan kematian. Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)

Karena itu, jangan menunggu tua untuk bertobat, jangan menunggu sakit untuk beribadah, dan jangan menunggu kehilangan untuk menghargai keluarga. Selagi Allah masih memberikan umur, gunakanlah untuk memperbaiki diri.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)

Maka, setiap bertambah usia, marilah kita melakukan muhasabah: apakah salat kita semakin baik? Apakah hubungan kita dengan Al-Qur’an semakin dekat? Apakah kita semakin baik kepada orang tua, pasangan, anak, guru dan sesama? Apakah ilmu dan amal kita bertambah? Apakah kita semakin bermanfaat?

Jangan hanya menghitung berapa tahun kita telah hidup, tetapi hitunglah berapa banyak kebaikan yang telah kita tinggalkan.

Pada akhirnya, umur yang panjang belum tentu menjadi keberuntungan. Yang menjadi keberuntungan adalah umur yang diberkahi, dipenuhi iman, amal saleh, ilmu, kasih sayang, dan manfaat bagi sesama.

Maka ketika usia bertambah, marilah kita berdoa:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا أَعْمَالَنَا، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْخَيْرِ

“Ya Allah, berkahilah umur kami, perbaikilah amal-amal kami, dan tutuplah kehidupan kami dengan kebaikan.”

Bertambah umur bukan sekadar semakin tua. Semoga kita juga semakin dewasa dalam iman, semakin baik dalam amal, semakin luas dalam manfaat, dan semakin dekat kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *