Dalam tambo adat Minangkabau, ada sebuah kalimat yang mengajarkan kita tentang peran seorang manusia.
“Nan Buto paambuih lasuang, nan pakak palapeh badia, nan lumpuah panjago rumah, nan kuaik pambaok baban, nan binguang disuruah-suruah, nan cadiak lawan barundiang” (yang buta penghembus lesung, yang tuli pelepas bedil, yang lumpuh penjaga rumah, yang kuat pengangkut beban, yang bodoh disuruh-suruh, yang pintar lawan berunding).
Jika dipahami secara mendalam tentang pepatah petitih Minangkabau diatas, dapat dipahami bahwasanya setiap manusia memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Tidak ada seorangpun manusia tanpa ada gunanya didunia ini. Apapun kekurangan dan kelebihan yang dimiliki seseorang, pasti bisa dimanfaatkan.
Segala yang diciptakan oleh Tuhan, pasti ada hikmahnya, tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia, jika kita mampu dan mau mengambil hikmah dari ciptaan tersebut.










