Kisah Kesabaran Nabi Ayyub عليه السلام
Dahulu kala, hiduplah seorang nabi yang sangat kaya, saleh, dan dermawan bernama Nabi Ayyub عليه السلام. Ia memiliki harta yang melimpah, ternak yang banyak, keluarga yang bahagia, serta tubuh yang sehat. Namun, kekayaannya tidak membuatnya sombong. Ia selalu bersyukur kepada Allah dan membantu fakir miskin.
Suatu hari, Allah menguji Nabi Ayyub. Hartanya habis, ternaknya mati, dan anak-anaknya wafat. Tidak lama kemudian, beliau juga diuji dengan penyakit kulit yang parah hingga orang-orang menjauhinya. Tubuhnya lemah, dan hanya istrinya yang setia merawatnya.
Meski kehilangan segalanya, Nabi Ayyub tidak pernah mengeluh apalagi menyalahkan Allah. Lisannya tetap berzikir, hatinya tetap bersabar. Ia hanya berdoa dengan penuh kerendahan hati:
“Ya Rabb-ku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”
Karena kesabaran dan keimanannya, Allah pun mengabulkan doanya. Penyakitnya sembuh, hartanya kembali, bahkan Allah menggantinya dengan yang lebih baik dari sebelumnya.
-Pelajaran yang Bisa Diambil:
*Sabar dalam ujian adalah tanda keimanan.
Ujian bukan tanda kebencian Allah, melainkan cara Allah meninggikan derajat hamba-Nya.
*Jangan berputus asa dari rahmat Allah.
Selama kita berdoa dan berharap kepada-Nya, pertolongan pasti datang pada waktu terbaik.
*Syukur saat lapang, sabar saat sempit.
Kehidupan akan selalu berputar. Orang beriman tetap teguh dalam kedua keadaan.
*Kesetiaan dan dukungan keluarga sangat berharga.
Istri Nabi Ayyub menjadi contoh keteguhan mendampingi pasangan dalam keadaan sulit










