Semangat Menuntut Ilmu Ulama Terdahulu

Tulisan Guru14 Dilihat

Ulama terdahulu menjadikan menuntut ilmu sebagai nafas hidup. Bagi mereka, ilmu bukan sekadar gelar, tapi jalan menuju Allah. Mereka tempuh ribuan kilometer, begadang berbulan-bulan, dan habiskan harta demi satu hadis atau satu masalah fiqih.

Imam Bukhari رحمه الله Menempuh perjalanan ke Syam, Mesir, Baghdad, dan Hijaz demi mengumpulkan hadis. Beliau berkata: “Aku menulis dari 1080 guru, semuanya ahli hadis.”.  Bahkan pernah tidak makan 3 hari karena uangnya habis dipakai untuk tinta dan kertas.

Imam Ahmad bin Hanbal رحمه الله Pergi menuntut ilmu dengan berjalan kaki. Sandalnya putus berkali-kali,ditanya: “Sampai kapan engkau membawa tinta?” Beliau jawab: “Dari buaian hingga ke liang lahat.”

Ibnu Abbas رضي الله عنهما Sepupu Nabi ﷺ yang dijuluki Hibrul Ummah. Saat kecil, beliau menunggu di depan rumah sahabat senior sejak zuhur sampai mereka bangun tidur siang, kepanasan di terik, hanya demi satu hadis. Beliau berkata: “Aku merendahkan diri ketika menuntut ilmu, maka aku dimuliakan ketika dibutuhkan orang.”

Imam Syafi’i رحمه الله Berangkat ke Madinah usia 13 tahun, hafal Al-Muwaththa’ Imam Malik dalam 9 malam. Beliau berpesan: “Barangsiapa tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka ia harus sanggup menahan perihnya kebodohan.”

Ulama dulu lapar, miskin, diasingkan, tapi tidak pernah berhenti. Karena mereka paham sabda Nabi ﷺ “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” HR. Muslim. Semoga kita bisa tetap menjaga semangat dalam menuntut ilmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *