Ada hal-hal dalam hidup yang tidak pernah benar-benar terlihat, tetapi diam-diam menentukan arah langkah seseorang. Niat baik termasuk di antaranya ia tidak selalu bersuara, tidak pula selalu mendapat tempat di permukaan. Namun, dari sanalah banyak hal tumbuh dengan cara yang tak terduga. Kadang kita melangkah tanpa kepastian hasil, hanya berbekal keyakinan kecil bahwa apa yang kita lakukan tidak bermaksud menyakiti.
Memiliki niat baik bukan berarti segalanya akan berjalan mudah atau selalu berakhir indah. Ada kalanya disalahpahami, atau bahkan dianggap lemah. Tapi mungkin memang bukan itu tujuannya. Niat baik lebih seperti kompas yang tidak terlihat—ia tidak mengubah medan yang dilalui, tetapi membantu kita tetap tahu ke mana harus kembali. Dalam sunyi, dalam ragu, atau bahkan dalam kesalahan, ia tetap tinggal. Dan pada akhirnya, barangkali bukan seberapa jauh kita melangkah yang paling berarti, melainkan bagaimana kita menjaga sesuatu yang sederhana itu tetap hidup di dalam diri.
Memiliki niat baik harus selalu kita tanamkan dalam hati supaya kita tidak mudah berpikir buruk tentang suatu hal didalam keidupan, jangan menjadi orang yang selalu mencari kesalahan orang lain, lebih baik tanya pada diri sendiri siapa yang pernah disakiti?










