Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang dikenal sebagai pemimpin yang tegas, adil, dan sangat peduli terhadap rakyatnya. Ia menjabat sebagai khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan menunjukkan kepemimpinan yang berlandaskan keimanan serta ketakwaan kepada Allah Swt.
Sejak memeluk Islam, Umar bin Khattab menunjukkan perubahan sikap yang luar biasa. Ia yang sebelumnya dikenal keras, kemudian tumbuh menjadi pribadi yang lembut, bijaksana, dan penuh tanggung jawab. Keislamannya justru memperkuat umat Islam karena keberaniannya dalam menegakkan kebenaran dan membela kaum yang lemah.
Salah satu kisah keteladanan Umar bin Khattab yang paling terkenal tampak dari kebiasaannya berkeliling pada malam hari untuk memantau langsung kondisi rakyatnya. Pada suatu malam, ia menemukan sebuah keluarga yang kelaparan. Tanpa ragu, Umar memikul sendiri karung gandum dari Baitul Mal dan memasakkan makanan untuk mereka. Ketika seseorang menawarkan bantuan, Umar menjawab, “Apakah engkau akan memikul dosaku di hari kiamat?” Ucapan tersebut menunjukkan betapa besar rasa tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin.
Umar bin Khattab juga menunjukkan keadilan yang luar biasa, bahkan kepada keluarganya sendiri. Ia menegur dan memberi sanksi kepada siapa pun yang melanggar aturan tanpa memandang hubungan kekerabatan. Bagi Umar, keadilan merupakan amanah dari Allah yang harus ia tegakkan dengan sungguh-sungguh.
Keteladanan Umar bin Khattab mengajarkan kita pentingnya kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk kita teladani, baik sebagai pemimpin maupun sebagai anggota masyara kat.










