Kesucian Hati & Kekuatan Memaafkan

Renungan98 Dilihat

Nabi Yusuf AS kecil adalah anak kesayangan Nabi Ya’qub. Saudara-saudaranya iri dan membuangnya ke dalam sumur. Yusuf kemudian dijual sebagai budak di Mesir.

Saat dewasa, Yusuf digoda oleh istri pejabat kerajaan. Yusuf memilih menjaga kehormatan dan melarikan diri. Meski tidak bersalah, ia akhirnya dipenjara atas fitnah.

Di dalam penjara ia tetap menjadi orang baik. Ia menafsirkan mimpi dua rekannya dengan tepat. Ketika raja Mesir mengalami mimpi aneh, Yusuf dipanggil untuk menafsirkannya. Tafsirnya terbukti benar, dan ia diangkat menjadi pengelola gudang makanan kerajaan.

Saat terjadi kelaparan, saudara-saudaranya datang meminta bantuan, tanpa mengenali Yusuf. Bukannya membalas dendam, Yusuf justru berkata:

“Tidak ada cela bagi kalian hari ini. Semoga Allah mengampuni kalian.”

Teladan yang bisa kita ambil:

  1. Menjaga diri adalah bentuk keberanian terbesar.
  2. Fitnah dan kesulitan bukan alasan untuk berhenti berbuat baik.
  3. Memaafkan dapat menghapus luka masa lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *