Cahaya di Waktu Subuh

“Cahaya di Waktu Subuh”
Di sebuah desa kecil bernama Nurul Huda, tinggal seorang pemuda bernama Ammar. Ia dikenal baik hati, tetapi ada satu kelemahan yang membuatnya menyesal setiap hari: ia sulit sekali bangun untuk salat Subuh.
Setiap malam, Ammar bertekad,
“Besok aku pasti bangun.”
Namun ketika azan Subuh berkumandang, ia hanya membuka mata sedikit lalu tertidur kembali.
Suatu Malam…
Pada suatu malam Jumat, Ammar tertidur dengan perasaan sedih. Ia memikirkan ayahnya yang selalu menasihatinya:
“Nak, Subuh adalah waktu ketika pintu langit terbuka lebih lebar. Jangan sia-siakan.”
Malam itu, Ammar bermimpi. Ia melihat dirinya berjalan di tengah padang pasir yang gelap. Di kejauhan tampak cahaya lembut keemasan—tenang, hangat, mengundang.
Ammar melangkah menuju cahaya itu. Saat semakin dekat, ia mendengar suara lembut:
“Wahai hamba Allah, bangkitlah ketika Subuh datang. Di situlah letak kekuatanmu.”
Tiba-tiba, Ammar melihat sosok ayahnya yang sudah lama meninggal, tersenyum kepadanya sambil berkata:
“Subuh itu hadiah, Ammar. Barang siapa menjaganya, Allah akan menjaga hatinya.”
Lalu cahaya itu semakin terang hingga Ammar terbangun.
Azan Subuh Berkumandang
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, tubuh Ammar terasa ringan. Hatinya seakan ditarik keluar dari kantuk. Ia bangkit, berwudu, dan menuju masjid.
Saat ia melangkah di jalan gelap menuju masjid, ia merasakan sesuatu yang aneh. Langkahnya seakan diterangi cahaya, sama seperti cahaya dalam mimpinya.
Di masjid, hanya ada beberapa orang tua yang sedang menunggu iqamah. Ketika Ammar masuk, Imam tersenyum kepadanya dan berkata:
“Selamat datang, pemuda. Cahaya Subuh membuat wajahmu tampak berseri.”
Ammar terkejut. Kata-kata itu sama seperti pesan dalam mimpinya.
Sejak Hari Itu…
Ammar tak pernah lagi meninggalkan Subuh. Ia merasakan perubahannya:
• Hatinya lebih tenang
• Pikirannya lebih jernih
• Rezekinya lebih mudah
• Doanya terasa lebih dekat
Setiap ia berjalan ke masjid sebelum fajar, ia selalu teringat cahaya itu—cahaya yang membangunkannya dari kelalaian.
Dan ia tahu, itu adalah hidayah.
Hikmah Kisah
• Subuh menguatkan jiwa dan membersihkan hati.
• Bangun sebelum fajar adalah kebiasaan para orang saleh.
Hidayah sering datang dengan cara lembut, bila hati siap menerimanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *