BUKAN BIAS GENDER

Tulisan Guru96 Dilihat

BUKAN BIAS GENDER

Syariat Islam seringkali membedakan antara laki-laki dan perempuan dari segi hak, kewajiban, serta hukum-hukum yang berlaku. Namun ini bukan bentuk bias gender atau sebuah ketidakadilan. Justru perbedaan itu adalah kasih sayang Allah yang menciptakan manusia dengan fitrah, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda. Yang kuat diberi beban lebih berat, yang lembut diberi kemuliaan sesuai tabiatnya.

Allah Ta’ala menegaskan,
وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْاُنْثٰى
“Dan laki-laki tidak sama dengan perempuan.”
(QS. Ali Imran: 36)

Perbedaan ini bukan kekurangan, namun sebuah keseimbangan. Islam menempatkan wanita pada kemuliaannya, dan laki-laki pada tanggung jawabnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ, لَنْ تَسْتَقِيْمَ لَكَ عَلَى طَرِيْقَةٍ, فَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اِسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيْهَا عِوَجٌ, وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا وَكَسْرُهَا طَلاَقُهَا

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya.” (HR. Muslim)

Keadilan bukan berarti sama, melainkan menempatkan segala sesuatu sesuai fitrahnya. Ketika laki-laki dan perempuan menjalani perannya masing-masing, di situlah muncul kedamaian, keadilan, dan keharmonisan yang Allah tetapkan untuk makhluk-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *