Keikhlasan dalam Islam adalah mahkota amal yang menjadikan setiap perbuatan bernilai di sisi Allah. Tanpa keikhlasan, amal sebesar apa pun akan hampa, bagaikan tubuh tanpa ruh. Seorang muslim diajarkan untuk membersihkan hatinya dari keinginan dipuji, dihargai, atau disanjung manusia. Ikhlas berarti melakukan sesuatu semata-mata karena Allah, berharap hanya kepada-Nya dan takut akan murka-Nya. Ia adalah pekerjaan batin yang tidak terlihat oleh mata, namun terasa nyata pada ketenangan jiwa. Orang yang ikhlas tidak mudah terganggu oleh perkataan manusia, karena ia tahu bahwa balasan yang sejati datang dari Tuhan yang Maha Melihat segala rahasia.
Dalam perjalanan hidup, keikhlasan sering kali menjadi ujian terbesar. Tidak sedikit amal yang tampak baik secara lahiriah namun ternodai oleh riya’, ujub, atau keinginan dipuji. Maka Islam mengajarkan agar seorang mukmin terus-menerus memeriksa hatinya, menundukkan hawa nafsunya, dan mengingat tujuan utama dari setiap gerak langkah: mencari keridaan Allah semata. Keikhlasan membuat seseorang kuat dalam menghadapi cobaan, sabar dalam menerima ketentuan, serta tetap rendah hati walaupun diberi nikmat yang besar. Ia membuat hati menjadi lapang, tidak mudah iri terhadap keberhasilan orang lain, dan tidak diruntuhkan oleh kekecewaan.










