Ulama Su’

Tulisan Guru9 Dilihat

Di dalam kitab Ithafil Sadatil Muttaqin salah satu Syarah kitab Ihya Ulumiddn dijelaskan bahwa ulama itu terbagi menjadi dua kelompok, yaitu ulama akhirat dan ulama su’. Pembagian ini bersumber dari hadis Nabi Muhammad Saw yang diterjemahkan “ sesungguhnya orang yang azabnya paling pedih pada hari kiamat adalah seorang alim yang Allah jadikan ilmunya tidak memberinya manfaat “. Para ulama menjelaskan perbedaan antara ulama akhirat dan ulama su’ adalah ulama yang memiliki ilmu tapi dengan tujuan mendapatkan kenikmatan duniawi dengan ilmunya itu.

 

Tentunya kita sebagai seorang muslim tidak boleh berpangku tangan mengharapkan rizki dari Allah SWT. Namun perlu diingat rezki bagi umat muslim bukanlah tujuan utama, apalagi bagi para ulama pemimpin umat dalam keilmuan. Yang menjadi masalah adalah ketika ulama menjadikan ilmunya sebagai ladang bisnis dalam menambah kekayaan. Ulama perlu memisahkan antara dakwah dengan pekerjaan. Sehingga mereka tidak sedikitpun mengharapkan penghasilan dari dakwahnya. Maka disini letak perlunya keahlian bagi para santri sebagai calon ulama masa depan. Santri perlu memiliki softskill dalam berbagai bidang agar bisa bertahan di masa depan. Kita perlu dokter yang paham fiqh, hakim yang hafal Al-Quran, tentara yang hafal hadist, bahkan presiden yang memahami syariat. Dengan demikian baldatun tayyibatun wa rabbun gafur bukan hal yang mustahil untuk negara ini.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *