Jika Allah berkehendak

Tulisan Guru108 Dilihat

Jika Allah Berkehendak

Dalam hidup ini, manusia sering merasa memiliki kendali penuh atas apa yang ia rencanakan. Kita menetapkan tujuan, bekerja keras, dan berharap semuanya berjalan sesuai keinginan. Namun ada kalimat lembut yang selalu mengingatkan kita tentang siapa sebenarnya yang memegang kendali atas seluruh kehidupan: “Jika Allah berkehendak.”

Kalimat ini bukan sekadar ucapan, tetapi sebuah keyakinan yang menenangkan hati. Ia mengajarkan bahwa di balik setiap peristiwa—kegembiraan, cobaan, keberhasilan, bahkan kegagalan—ada kekuasaan Allah yang bekerja. Tidak ada sesuatu pun yang terjadi tanpa izin-Nya.

Jika Allah berkehendak,
yang berat menjadi ringan,
yang mustahil menjadi mungkin,
yang jauh menjadi dekat,
yang hilang Allah kembalikan,
dan yang kita anggap akhir ternyata menjadi awal yang jauh lebih indah.

Namun keyakinan ini bukan berarti kita hanya duduk dan menunggu semua terjadi. Islam mengajarkan bahwa manusia harus berusaha sebaik mungkin. Kita bekerja, belajar, berjuang, dan memperbaiki diri. Tetapi setelah itu, kita serahkan hasilnya kepada Allah, karena kita tahu bahwa keputusan-Nya adalah yang terbaik.

Terkadang, kita memohon sesuatu yang kita anggap penting. Kita berharap itu terwujud dengan cepat. Namun Allah lebih tahu kapan waktu yang tepat. Ada doa yang langsung dikabulkan, ada yang ditunda, dan ada yang diganti dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Semuanya terjadi karena Allah lebih mengetahui apa yang bermanfaat dan apa yang membahayakan kita.

Meyakini kehendak Allah juga membuat hati lebih kuat saat menghadapi ujian. Ketika kita kehilangan harapan, kita bisa berkata:
“Tidak apa-apa… jika Allah berkehendak, semuanya akan kembali baik.”

Dan itu benar. Berapa banyak masalah dalam hidup yang akhirnya terselesaikan tanpa kita duga? Berapa banyak jalan keluar yang muncul tiba-tiba? Semua itu adalah bukti bahwa ketika Allah membuka pintu, tidak ada yang bisa menutupnya. Dan ketika Allah menutup pintu, tidak ada yang mampu membukanya—kecuali Dia sendiri.

Pada akhirnya, kalimat “Jika Allah berkehendak” adalah bentuk pengakuan bahwa kita hanyalah hamba. Kita berencana, tetapi Allah yang memutuskan. Dan keputusan-Nya selalu penuh kasih, penuh hikmah, dan tidak pernah salah.

Semoga hati kita selalu tenang menghadapi kehidupan, karena kita tahu bahwa segala sesuatu berada dalam tangan Allah, Tuhan yang Maha Mengatur segala urusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *