🌙 Kisah: Penjual Kurma yang Jujur
Di sebuah pasar di Madinah, hiduplah seorang penjual kurma bernama Umar. Ia dikenal ramah, namun dagangannya tidak selalu laris. Suatu hari, datanglah seorang lelaki tua yang ingin membeli kurma.
Ketika lelaki itu mengambil segenggam kurma dari keranjang, ia menemukan bagian bawahnya agak basah dan kurang bagus. Lelaki itu menatap Umar dan bertanya:
“Wahai saudaraku, mengapa bagian atas kurmamu bagus, tetapi bagian bawahnya basah?”
Umar terdiam. Ia memang sengaja meletakkan kurma yang bagus di atas agar terlihat lebih menarik. Hatinya bergetar, mengingat sabda Rasulullah SAW tentang kejujuran dalam berdagang.
Dengan wajah menunduk, Umar berkata jujur,
“Maafkan aku. Aku ingin daganganku cepat laku, maka aku menutupinya dengan yang bagus.”
Lelaki tua itu tersenyum lembut.
“Wahai anak muda, ketahuilah bahwa Allah memberi keberkahan pada kejujuran, bukan pada tipu daya.”
Sejak hari itu, Umar bertekad untuk jujur dalam berdagang, dan perlahan-lahan, Allah membuka jalan rezekinya. Pelanggannya semakin banyak karena mereka percaya akan kejujurannya.
🌼 Hikmah dari Kisah Ini
Kejujuran adalah sumber keberkahan.
Rezeki yang halal dan penuh berkah datang dari kejujuran, bukan dari tipu daya.
Allah mengetahui niat dan perbuatan kita.
Bahkan ketika orang lain tidak melihat, Allah Maha Melihat.
Kepercayaan adalah modal penting dalam hidup.
Sekali menipu, kepercayaan hilang. Sekali jujur, kepercayaan tumbuh.
Kesalahan bukan akhir dari segalanya.
Yang penting adalah keberanian untuk memperbaiki diri.










