*DERAJAT MULIA SEORANG GURU*
Rasulullah bersabda, “Aku adalah kotanya Ilmu, dan Ali adalah pintunya (ilmu).”
Seperti apa yang dikatakan Sayyidina Ali bin Abi Tholib rodliyallohu ‘anh.
قال علي ابن ابي طالب رضي الله عنه : أنا عبد من علمني حرفا واحدا. ان شاء باع وان شاء استرق
Sayyidina Ali bin Abi Tholib rodliyallohu ‘anh berkata ;
“Aku adalah budak bagi orang yang telah mengajariku ilmu walau hanya satu huruf. Apabila dia berkehendak untuk menjualku, aku siap . Dan apabila ia berkehendak untuk tetap menjadikanku budak, aku siap untuk berkhidmat kepadanya.”
Ini menjelaskan bahwa mereka yang mengajarkan ilmu kepada kita ilmu walau hanya satu huruf. wajib hukumnya bagi kita untuk menghormatinya, dan mematuhi perintahnya. Dan kalau orang yang hanya mengajarkan satu huruf saja layak di hormati dan dipatuhi, bagaimana dengan guru, kyai kita yang dengan keikhlasan dan kesabarannya mendidik kita, memberikan kita ilmu, membimbing kita tanpa henti setiap hari?.
Dan perlu ditekankan kembali bahwasannya seorang murid tidak akan memperoleh kemanfaatan ilmu kecuali dengan ridho seorang guru.
“Melekatnya ilmu dapat diperoleh dengan muthola’ah, berkahnya diraih dengan berkhidmah, sedangkan manfa’atnya diperoleh dengan adanya ridho guru.”
Disebutkan oleh Syekh Burhanuddin Azzarnuji dalam kitabnya Ta’liim Muta’allim :
اِعْلَمْ، بِأَنَّ طَالِبَ العِلْم لاَيَنَالُ اْلعِلْمَ وَلَا يَنْتَفِعُ بِهِ اِلَّا بِتَعْظِيْمِ اْلعِلْمِ وَاَهْلِهِ وَ تَعْظِيْمِ الاُسْتَاذِ وَتَوْقِيْرِهِ
Ketahuilah, sesungguhnya orang yang mencari ilmu tidak akan memperoleh ilmu dan kemanfaatannya, kecuali dengan memuliakan ilmu beserta ahlinya, dan menghormati guru.










