Tersenyum ketika marah bukan berarti menutupi emosi, tetapi menunjukkan kemampuan mengendalikan diri. Senyum membantu meredakan ketegangan, menenangkan hati, dan mencegah seseorang melakukan ucapan atau tindakan yang dapat menyakiti orang lain. Ini adalah bentuk akhlak mulia serta latihan kesabaran dan kelapangan hati.
Dalam ajaran Islam, menahan amarah dan tetap melakukan kebaikan sangat dianjurkan. Tersenyum dalam keadaan marah adalah salah satu wujud dari menahan diri dan memilih kebaikan.
Ayat dan Hadis yang Menjelaskan :
1. Al-Qur’an – Anjuran Menahan Amarah
Allah berfirman:
“(Yaitu) orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali Imran: 134)
Ayat ini menegaskan bahwa Allah mencintai orang yang mampu mengendalikan amarahnya. Tersenyum saat marah adalah wujud nyata dari menahan amarah.
2. Hadis tentang Senyum sebagai Kebaikan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjelaskan bahwa tersenyum adalah amal kebaikan, terlebih jika dilakukan ketika hati sedang diuji oleh amarah.
3. Hadis tentang Kekuatan Sejati
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang kuat bukanlah yang menang bergulat, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Senyum saat marah menunjukkan pengendalian diri, yang menurut Nabi ﷺ merupakan kekuatan sejati.










