Hati

Renungan91 Dilihat

Hati adalah pusat keimanan. Bila hati baik, maka seluruh amal menjadi baik. Bila hati rusak, maka seluruh perilaku pun ikut rusak. Di era penuh distraksi, hati mudah dipenuhi kelalaian, iri, atau cinta dunia berlebihan. Karena itu, diperlukan muhasabah rutin—mengoreksi niat, memurnikan tujuan, dan menguatkan hubungan dengan Allah.

Dzikir, istighfar, dan membaca Al-Qur’an adalah “makanan” hati yang membuatnya hidup dan tenang. Allah berfirman:

 

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *